20 November 2017
13 November 2017
cerita akhir hari
Ku kenalkan dengan kawanku si Har namanya. do'i pecinta kegilaan sejati sosoknya aneh dan mencolok jika diperhatikan tapi cukup setel kalem kalo di kerumunan, ibarat pasar tiban dialah tukang parkirnya dilihat semua orang, semua orang tahu siapa dia tapi tak ada yang pernah peduli.dia master di bidang hal- hal aneh, tak semua dari perkataannya dapat ditelaah dengan batang tengkorak kepala, sisanya malah menguap seperti di telinga meski semua tahu apa yang dia katakan adalah ilmu tingkat tinggi di bidangnya, dia selalu terlihat sama seolah tak punya banyak setok di lemarinya meski justru itulah yang membuatnya mudah dikenali.
"belum jam 11 gue mau pulang berasa gimana gitu." itu yang Ia sampekan siang itu
" la terus emang lo gak kangen sama simak(ibumu)?" ujar sepontan
tahu apa yang dia katakan setelah itu..? entahlah aku sendiri juga lupa.
intinya gitu dia orang paling gak penting di dunia tapi tanpa dia dunia kaya Surga yang gak Ok, dan Neraka yang gak Rame .
#SalamNgeliker
17 September 2017
Lupa
Terkadang manusia lupa soal segalahal yang harusnya kita ingat, tapi maksud Gue ngebahas hal ini membuat Gue ingat perkataan guru gue yang gak mungkin gue lupain tapi sekarang gue lupa.
intinya semua adalah palsu, Gue ingat itu ada tapi apa ? nah itu yang Gue lupa, sekarang aja Gue lupa mau nulis apa, ya dah Gan buat pemanasan setelah satu bulan gak posting, Salam Ngeliker Gan.
intinya semua adalah palsu, Gue ingat itu ada tapi apa ? nah itu yang Gue lupa, sekarang aja Gue lupa mau nulis apa, ya dah Gan buat pemanasan setelah satu bulan gak posting, Salam Ngeliker Gan.
09 August 2017
Empat Itu Gadis
waktu itu begitu panas dan kita sedang duduk-duduk di bawah pohon rindang, ada sebuah tempat duduk panjang depan kelas yang terbuat dari beton dan keramik, di sanalah cerita ini berawal, sejujurnya ini sudah cukup lama nyaris seperti legenda kisah ini, bermula dari pembicaraan tidak jelas antara aku dan teman satu kelas ku mas Roh namanya, hari itu hari jumat pastinya setelah sholat jumat kejadiannya selagi asik kami bercerita prihal sesuatu yang sekarang aku lupa,
"tadi kita lagi ngomongin apa ya?"
tibalah keempatnya muncul dari sudut parkiran dan langsung memotong semua pembicaraan.
"Halo Pak Ketu, halo Mas Roh ?" seperti itu triak histeris salah satu gadis yang baru datang. dia masih menggendong ransel ungunya saat itu.
"kamu pasti gak bakal percaya, barusan kita dari mana?" sahut gadis yang lain, yang satu ini mahasiswa transfer paling senior di kelas
"kenapa kalian habis dari borobudurkan( nama salah satu mall di Pekalongan)?" tanyaku menebak,
sebetulnya itu tidak sepenuhnya tebakan melainkan sebelum waktu jumatan tadi tiba mereka memeng berpamitan mau ke Borobudur untuk beli tas atau kudung atau apa lah gue gak peduli.
"haheheaha........." dijawab tawa malu sepontan dari dua gadis yang lain, nampak mereka baru saja ingat kejadian tadi.
aku masih gak tahu apa yang salah dari jawaban ku tadi
"kenapa, emang salah....?"
"tadi itu ya si Tresi(nama gadis berransel ungu)..." belum selesai gadis berjilbab oriental itu bicara tawa telah memenuhi mulutnya.
aku hanya mengerutkan kening sambil berexpresi penuh tanya.
" tadi itu kita kan habis dari borobudur terus...." gadis tingi berjilbab yang lain coba menjelaskan dengan serius meski berakhir dengan tawa geli di wajahnya.
"SssssUuuuTttttt..." si gadis ransel ungu mencegah mereka berkata lebih lanjut
"tado itu ya setelah dari borobudur kan kita beli Mi Ayam, terus..." tutur gadis transfer
"Salah...?" putusku
"bukan bukan salah." gadis wajah oriental menyangkal plus gelengan kepala.
"terus ... tumpah gitu minya?" Mas Roh coba menimpali
"gak gitu,..." si gadis tinggi melambaikan tangganya tanda bukan seperti itu
muka gadis ransel ungu mulai memerah
" taditu setelah selesai makan Mi ayam, terus kan kita bayar sendiri sendiri, lah Tresi yang terakhir...." menjelaskan dengan nada panjang di setiap akhir kalimat.
"Terus...?" tanyaku makin penasaran
" kan habisnya 15 ribu, terus si tresi nawar." sambung gadis berwajah oriental dengan manisnya seakan tak berdosa
aku mulai tak percaya dengan yang ku dengar, kerutan alis tanda tak percaya penuh heran makin menjadi di wajah ku dan Mas Roh.
"terus pas di parkiran kan bayar parkir, ditawar juga sama dia" jelas gadis yang tinggi.
" Ya. biar si aku kan anak akuntansi ..."sombing menutupi malunya si gadis ransel ungu dan didebat oleh ketiga temanya
" memang ada yang nawar mi Ayam....."
" apa hubunganya sama nawar mi Ayam...."
"Aku sebagai temanmu malu..."
"kamu itu ya..."
dan semua cacian itu berakhir dengan penyesalan ku mendengarkan cerita mereka dasar para gadis ribet sendiri.dan mas Roh pun berfikir hal yang sama.
"tadi kita lagi ngomongin apa ya?"
tibalah keempatnya muncul dari sudut parkiran dan langsung memotong semua pembicaraan.
"Halo Pak Ketu, halo Mas Roh ?" seperti itu triak histeris salah satu gadis yang baru datang. dia masih menggendong ransel ungunya saat itu.
"kamu pasti gak bakal percaya, barusan kita dari mana?" sahut gadis yang lain, yang satu ini mahasiswa transfer paling senior di kelas
"kenapa kalian habis dari borobudurkan( nama salah satu mall di Pekalongan)?" tanyaku menebak,
sebetulnya itu tidak sepenuhnya tebakan melainkan sebelum waktu jumatan tadi tiba mereka memeng berpamitan mau ke Borobudur untuk beli tas atau kudung atau apa lah gue gak peduli.
"haheheaha........." dijawab tawa malu sepontan dari dua gadis yang lain, nampak mereka baru saja ingat kejadian tadi.
aku masih gak tahu apa yang salah dari jawaban ku tadi
"kenapa, emang salah....?"
"tadi itu ya si Tresi(nama gadis berransel ungu)..." belum selesai gadis berjilbab oriental itu bicara tawa telah memenuhi mulutnya.
aku hanya mengerutkan kening sambil berexpresi penuh tanya.
" tadi itu kita kan habis dari borobudur terus...." gadis tingi berjilbab yang lain coba menjelaskan dengan serius meski berakhir dengan tawa geli di wajahnya.
"SssssUuuuTttttt..." si gadis ransel ungu mencegah mereka berkata lebih lanjut
"tado itu ya setelah dari borobudur kan kita beli Mi Ayam, terus..." tutur gadis transfer
"Salah...?" putusku
"bukan bukan salah." gadis wajah oriental menyangkal plus gelengan kepala.
"terus ... tumpah gitu minya?" Mas Roh coba menimpali
"gak gitu,..." si gadis tinggi melambaikan tangganya tanda bukan seperti itu
muka gadis ransel ungu mulai memerah
" taditu setelah selesai makan Mi ayam, terus kan kita bayar sendiri sendiri, lah Tresi yang terakhir...." menjelaskan dengan nada panjang di setiap akhir kalimat.
"Terus...?" tanyaku makin penasaran
" kan habisnya 15 ribu, terus si tresi nawar." sambung gadis berwajah oriental dengan manisnya seakan tak berdosa
aku mulai tak percaya dengan yang ku dengar, kerutan alis tanda tak percaya penuh heran makin menjadi di wajah ku dan Mas Roh.
"terus pas di parkiran kan bayar parkir, ditawar juga sama dia" jelas gadis yang tinggi.
" Ya. biar si aku kan anak akuntansi ..."sombing menutupi malunya si gadis ransel ungu dan didebat oleh ketiga temanya
" memang ada yang nawar mi Ayam....."
" apa hubunganya sama nawar mi Ayam...."
"Aku sebagai temanmu malu..."
"kamu itu ya..."
dan semua cacian itu berakhir dengan penyesalan ku mendengarkan cerita mereka dasar para gadis ribet sendiri.dan mas Roh pun berfikir hal yang sama.
Salam Ngeliker Gan
18 July 2017
Cara Gue Daftar Go-Jek di Pekalongan, super paten Gan
setelah sekian lama akhirnya Go-jenk mulai menjajah Pekalongan dan sekitarnya dengan ambisi super ngepul kepala cabangnya bilang siap beroprasi pada Agustus tahun 2017 ini, dan hal ini adalah kabar gembira bagi siapa saja yang memerlukan angin segar pekerjaan, syarat mudah cuma bermodalkan kartu identitas dan sepeda motor siapa saja bisa langsung jadi mitra Go-jek, dan ini pengalaman Gue gan:
Alkisah di suatu siang gue dapat selebaran dari temen Gue tentang Go-jek yang siapmenjajah Pekaongan dan langsung gue tindak lanjuti dan akhirnya gue pun ndaftar dengan cara kirim sms pake format
Contoh : GORIDE#PEKALONGAN#BAMBANG# 11
NB. tu kode revernsi dah paten gan lo bisa pake
nah tu di kirim ke No. 0822 1313 xxxx
n gak lama setelah itu kita bagal dapat balasan dari si gojek (kadang ya beberapa hari) yang intinya kita dah keterima sebagai calon member dan tinggal tunggu tanggal seleksinya aja.
eh gak tahunya waktu gue buka web resminya bit.ly/infogojek ternyata go-jek dah buka open rekrutmen di setadion kraton atau yang sekarang bernama "Stadion Hogeng"
jadi langsung dateng aja membawa persaratan super paten
1. KTP Asli+fotocopy
2. SIM Asli+fotocopy
3.STNK Alsi+fotocopy
4. SKCK Alsi+fotocopy
tips dari Gue setibanya di sana lo gak usak banyak melongo kayak yang lain Gan, tapi langsung merangsek masuk aja, bilang ama satpamnya kalau Lo dan dapat sms konfirmasi and syarat-syaratnya sudah siap kompilt. lo pasti langsung di suruh masuk. sebab kalo lo cuma melongo kaya orang-orang iseng yang di depan tempat rekrutmen percuma Gan, ampe sore juga nama lo gak bakal di pangil (ni pengalama Gue)
berhubung ni Open Rekrutmen jadi semua serba di lancarkan gan (gak ada tes-tes aneh-aneh), asal Lo bawa syarat paten tadi, semua bakal mudah, Lo bisa langsung diterima hari itu juga dan terning sorenya
satu lagi gan jangan lupa bawa HP android dengan ram paling kagak 1GB dan android v.42(kitket) buat sekalian di daftarin Aplikasinya, meski di brosur bilangnya HP bisa kredit tapi nyatanya sistemnya belum siap di Pekalongan jadi Lo musti tetep nyiapin HP-nya dulu.
alkisah kalo lo dah daftar and sorenya dah terning lo tinggal tunggu alamat emailmu masuk ke servernya Go-jek (pas daftar siapin email aktif gan) kalo lo dah buka aplikasi Go-jek Driver dari HP lo itu artinya lo bentar lagi dipangil buat ambil atribut kerja kaya helem ama jaket Go-jek detik itu juga and lo bisa pulang dengan perasaan bahagia telah menjadi mitra Go-jek
sopasti semua Gratis gan, kalo ada pungli lapor aja ke pihak Go-jek biar Om Bos nanti yang miting tu anak yang berani pungutin duit dari Lo.
05 July 2017
Rambut
mungkin kata diatas agak berkesan fulgar gan tapi apa yang gue maksud rambut disini beneran rambut yang tumbuh di kepala tiap orang bukan rambut yang lain,and jangan pikir gue bakal bahas yang aneh-aneh, kagak.. sumpah kagak aneh-aneh, gue cuma mau share soal pengalaman gue seputar rambut kepala, semua bermulai saat gue masih kecil dan semua berubah saat negara api menyerang....
kagak gitu ceritanya, jadi awal kisahnya waktu gue masih kecil saat usia TK gue pernah diajak nyokap gue buat potong rambut di salano langananya. lah berhubung gue masih kecil rambut pala gue dipotong ala kadarnya sekedar pendek kena gunting cukur gitu aja, al hasil gue kayak anak tuyul yang baru nyolong duit simaknya. plontos botak plontos.. begitu gue masuk sekolah di kelas nol besar gue diejek temen semeja gue, lo tahu lah anak TK kalo ngejek beber-bener gak pake kira-kira gue dibilang anak tuyul katanya. untung gue dah lupa sapa nama tu anak yang ngejek Gue.
berselang beberapa pekan saat rambut gue mulai kelihatan tumbuh, Emak Gue ngajak gue balik lagi potong di salon yang kemarin, awalnya gue ogah-ogahan dah nagis guling-gulingan di lantai malahan, tapi apa daya semak lebih berkuasa dengan bujukan lembutnya gue ikut ke salon langananya, dengan iming-iming boleh coba gaya potong baru ples pulang jajan bakso katanya, tapi naas stibanya gue di warung bakso tepat setelah potong dengan gaya rambut terbaru pilihan Nyokap gue semua orang disana termasuk si abang baksonya ngira ibu gue lagi ngajak putrinya maka bakso " aduh cantik banget putrinya , kelas berapa?" gitu kata tante-tante yang duduk di meja depan Gue, woh seketika gue nangis ngak kekira mana bakso belum abis lagi, sambil meratapi model rambut kue yang kaya anak cewek tomboy yang suka nguber layangan, dan yang lebih naasnya lagi mimpi buruk gue kenyataan, pas di kelas julukan gue ganti jadi bencong lantaran poni gue yang kaya cewek, sejak saat itu gue putuskan untuk gak bakal mau kalo diajak simak ke salon lagi.
komitmen gue bertahan ampe gue hampir lulus TK. hati gue goyah saat Bu guru TK faforit gue bilang kalo rambut gue dah terlalu panjang dan gue dan mirip ama Dora katanya. apes gue di ketawaai satu sekolah lagi, dan setibanya di rumah gue nangis sejadinya ditambah nyokap gue marah katanya gue anak yang gak bisa dibilangin " potong, udah Ibu bilang potong, guru kamu aja dah bilang mirip Dora" gitu bentak ibu gue. dan datanglah bokap gue dengan sepenuh hati nenangin Gue dan ngajak gue ke tempat potong langanya biar gue gak nangis. Gue ya ikut aja dengan penuh harapan baru.
setibanya gue di sana gue dicukur bros ala tentara/polisi cilik, awalnya gue suka sampai di kelas gue dipuji katanya gagah, keren , kaya calon tentara katanya, tapi setelah sekian lama kok pujian itu gak ilang-ilang dan tiap gue ikut potong ama bapak gue selalu keluarnya sama model cepak ini lagi-ini lagi, dan seruan serupa tentata atau polisi terus terdengar di telinga Gue dari semua temen bokap gue, ini jadi semacam dokrin dan kutukan tersendiri bagi Gue, telinga panas dan hidup gue serasa ogah-ogahan dibilang mirip tentara lan mirip calon polisi lah, namaun gue yang masih kecil gak bisa berbuat banyak gaya rambut gue bertahan ampe gue SD dengan semua tekanannya.
weh Gue dah SD dah lebih gede punya sepeda sendiri, duit jajan lebih banyak dan temen gue dah mulai keren-keren, dan gue pun ikut ke tempat cukur langanan mereka. saat itu mudel potonganya adalah SASAK tapi temen gue nyebutnya sasak dalam bahasa daerah gue kata sasak senada dengan kata sak-sakke yang artinya sesukannya, benar sesuai dengan namanya lambut gue di potong sesukahatinya ama si tukang cukur beneran saksakke atine dewe bener bener sesuka hati si pemotongnya. tempat potongya sama tukang cukurnya sama, potngnya barengan tapi keluarnya potonganya beda-beda dan apesnya gue dapat potongan paling alaiy gak jelas panjang pendeknya yang penting potong aja gue bayar kelar, gitu gue manghabiskan masa SD gue dengan berputar dengan satu langanan tukang cukur ke langanan tukang cukur temen gue yang lain. meski hasilnya tetap sama saksake. sekeluarnya seadanya, sebisannya si tukang cukur.
gaya saksake tadi bertahan ampe gue SMP dan saat SMP Gue kenal banyak temen yang model rambutnya super gaul poni super licin kaya habis pake minyak bekes ikan asin buat tu poni. licin banget coy.. gue ikut sesekali bermodal sisir alakadranya dan duit recehan buat beli minyak rambut gue mulai niru model poni kaya mereka yang keren-keren tadi, gue lupa satu hal gue anaknya gak bisa diem aktif gerak, kringetan, pagi ramput gue keren pake minyak rambut pulangnya rambut gue lepek dan minyak rambutnya turun luntur ampe ke leher dan naasnya kulit leher gue sensitif, beberapa minggu gue dampil super keren, berakhir dengan leher gue korengan karena iritasi. semenjak saat itu gue gak percaya ama temen dan mulai setel rambut gue sendiri.
dengan kekuasaan yang lebih di tangan remaja SMP yang baru bisa naik motor gue telutur, gue sisir seisi kecamatan nyari tukang cukur yang pas ama hati Gue, namun ampe gue lulus sma gak ada yang pas, kalo ada yg tempatnya enak tukang cukurnya abal-abal, yang tukang cukurnya Pro tempatnya super rame, yang tempat nya sepi dan tukang cukurnya enak jarang buka. hidup gue penuh penderitaan saat itu, untungnya Gue di selamatkan oleh masa SMA,
entak kenapa tapi gue gak masuk SMA beneran gue masuknya SMK yang notabenya adalah STM dimana peraturanya super ketat ampe rambutpun diukur pake pengaris panjangnya, semnjak saat itu gue lupain tukang cukur dan menjadi anak badung di sekolahan, dan saat rambut gue mulai panjang
"heh kamu yang rambunya gondrong."pamgil guru BK/BP Gue, padahal waktu itu gue yakin rambut Gue masih terhitung pendek cuma kala tangan lo masukin ke ramput jari-jarinya tengelam dan seketika itu juga
"rambutmu dah panjang ini, ke satpam sama minta di cukur" gitu gue menikmati masa SMA gue dengan potongan super cepak mendekati botak, selama 3 tahun gak ketemu tukang cukur, dan hidup gue bener-bener berubah semnjak gue lulus SMA dan gak ada lagi yang ngingetin buat motong rambut Gue.
selama setahun terakhir rambut gue mulai-memanjang dan bertambah panjang, hingga tak sadar dah bisa diikat ke belakang, dan dengan perasaan berat hati didorong ancaman dari orang tua untuk potong gue memberanikan diri untuk ke tukang cukur deket rumah awanya gue minta untuk dirapikan ujungnya aja biar tetap bisa dikucir, jujur gue suka dengan model rambut gondrong gue sekarang berasa keren aja. tapi entah tu tukang cukur lagi kurang minum aqua atau apa rambut gue malah dipotong gak karuan saksake, dan keluarnya meodel mbak-mbak wandu alias bencong. dan ketika gue pulang ke rumah seisi rumah marahain Gue bak bumi bergetar langit gonjang ganjing, dengan perasaan yang masih belum sadar apa yang terjadi gue ndekep di kamar samapi pagi datang dan kudatangi lagi si tukang cukur kemarin, dan lo tahu apa?
"pak potong bros tipis aja pak...!" gitu perintah gue dengan nada dan muka datar, seta tanpa komentar yang lain sampai semua prosesi nya selesai dan kutingalkan uang 6ribu rupiah di meja dan bergegas pergi tanpa suara lagi.butuh satu tahun nunguin rambut gue gondrong lagi? sampai-smapai gue masuk semester awal di kampus Gue, salah stu niatan utama gue kenapa gue bersikeras pingin gondrong dan dikuncir adalah untuk berpenampilan prima membacakan puisi karya W.S. Rendra yang judulnya "Pesan Pencopet Pada Pacarnya" saat upacara penerimaan mahasiswa baru tapi apa mau di buat apa mau di kata tangan tak sampai, angan tingal angan dan saat hari itu terjadi gue baru aja botak dan sekarng saat gue dah gondrong lagi adik tingkat gue yang ada di upacara itu, dan pertanyaanya apa yang terjadi dengan rambut gue kini.

24 June 2017
Pertama kali Ia Tahu Tentang Dia
"Terimakasih untuk teh dan makanannya, serta tentu saja obrolannya." itu kata terakhir yang Ia ketikan saat terakhir ngirim pesan ke Dia, Dia??? ya, Dia salah satu teman lamanya yang baru Ia temui, salah satu alasan kenapa Ia mau dewasa dan masih hidup sampai sekarang ini, Dia orang yang gak terlalu Ia kenal tapi selalu ada dalam hidupnya, seseorang yang bisa membuatnya melihat masa depan.
Ia ingat betul itu seperti baru tadi malam kejadiannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya Ia tahu apa yang Dia suka, dan apa yang Dia benci, untuk pertama kalinya Ia ndengerin kisahnya, dan untuk pertama kalinya Ia ngerasa mereka punya perbedaan besar tapi sama, untuk pertama kalinya Dia cerita soal hidupnya, untuk pertama kalinya Ia ingat perkataan Dia, dan untuk pertama kalinya..,untuk pertama kalinya..., dan untuk pertama kalinya...
Ia gak ingat seluruh kejadiannya, yang Ia ingat mereka itu gak sama, mempertanggungjawabkan mimpi yang berbeda, berjalan di bumi yang berjauhan, tapi mereka mempunyai tujuan yang sama, beriringan menuju arah yang sama dan
masih di bawah mentari yang sama. setidaknya itu yang Ia pikirkan.
Mungkin terdengar gak penting, tapi Gue makasih Lo dah mau baca kelanjutan ceritanya Gan!
terkadang yang berbeda itu gak sama tapi terkadang meski berbeda itu terlihat sama. karena kata mereka "meski dibawah langit yang berbeda, mereka masih di bawah mentari yang sama" salam ngeliker Gan.
Kita Terhubung
Dimana kau bisa melihat langit
langit bisa melihatmu
dimana kau melihat langit
disitu Dia melihat langit yang terlihat sama
meski dibawah langit yang berbeda
kita masih dibawah mentari yang sama.
dia berada di tempat yang tak pernah kau kunjungi
bersama dengan orang-orang yang tak pernah ku temui
dia adalah orang yang tak pernah ku kenal
tapi ku selalu melihat masa depan di matanya
bagaimana kita bertemu?
meski ku tahu kau selalu ada di sana
menunggu seseorang seperti ku
dan terus melangkah
melewati setiap tempat yang mungkin kau pijak
hanya waktu yang akan menjagkau mu
itu yang ku tahu
langit bisa melihatmu
dimana kau melihat langit
disitu Dia melihat langit yang terlihat sama
meski dibawah langit yang berbeda
kita masih dibawah mentari yang sama.
dia berada di tempat yang tak pernah kau kunjungi
bersama dengan orang-orang yang tak pernah ku temui
dia adalah orang yang tak pernah ku kenal
tapi ku selalu melihat masa depan di matanya
bagaimana kita bertemu?
meski ku tahu kau selalu ada di sana
menunggu seseorang seperti ku
dan terus melangkah
melewati setiap tempat yang mungkin kau pijak
hanya waktu yang akan menjagkau mu
itu yang ku tahu
22 June 2017
Paper Cuting Pertama Gue
Salam Gue untuk mu Gan, kali ini gue mau cerita soal pengalaman Gue nyari hobi baru, yakni Peper Cutting. bagi lo yang gak tahu itu apaan simak cara gue berikut Gan.
Pertama kali Gue mendengar istilah "Peper Cutting" itu di salah satu cenel televisi Gan (2014), waktu itu ada sebuah acara yang mengulas soal "peper cutting " ternyata itu adalah salah satu seni memotong kertas, kalo lo pernah TK and diajarin ngelipr kerta jadi empat dan lopotong pingirnya kayak orang-orangan sawah dan setelah itu lo bentangin laig tu kertas sehinga ngebentuk potongan yang mirip pak tani gandengan tangan nah itu gan yang disebut Peper Cutting, Gue kira itu gampang and menarik jadi gue pingin coba gak tahunya dari tanggal pertama gue tahu istilah itu butuh dua tahun buat gue mulai menyayat-nyayat kertas dan hasilnya pun sungguh luar biasa jelek jadi Gue males dan gak Gue terusin selam 1Tahun, ada banyak faktor gan satu menurut ulasan di tv meski terkesan sederhana tapi nyatanya alatnya gak dapat ditemukan dengan mudah di dunia nyata itu alasan utama gue kenapa butuh waktu 2 th buat mulai memotong kertas di tahun 2016, Gue gak tahu itu faktor Gue yang idiot atau emang gak ndolor (berfikir dewasa).
sebenarnya alat ama bahannya si sederhana, cuma kertas ama kater, tapi yang gue liat di Tipi si pembuatnya pakai kertas khusus yang mahal, dengan spesifikasi gak ada duanya dan pake kater dengan bentuk unik kaya bolpen yang disebut pancuter(moga bener ngejanya). dan udah Gue acak-acak toko ATK langanan Gue dan tetep gak ada tu benda, jadi butuh sedikit waktu ame Gue akhirnya sadar kalo gue emang bodo.
Akhirnya Gue berfikir gimana kalau bahannya Gue sederhanakan, kertas gue ganti pake kertas HVS biasa yang biasa Lo pake buat foto copy Gan, dan katernya Gue ganti pake kater seadanya yang Gue temukan di laci meja rumah Gue, ples bonus alasnya Gue gunakan kramik lantai teras gue, dan alhasil bubar berantakan hasilnya gak karuan, kertasnya sobek gak berbentuk, kater Gue cepat tumpul and karmik rumah Gue jadi bergaris. dan sejak saat itu Gue kapok buat nyoba ni kegiatan lagi.
Setahun berlalu dan Gue lagi nyari hobi baru Gan tepatnya di tahun 2017, dan gue keinggetan soal Paper Cuting. nah saat itulah Gue coba nyari di eyang Google soal cara yang baik dan benar serta sistematis gimana carnya bikit peper cuting, setelah dapat pencerahan dari berbagai sumber ternyata dulu gue salah besar, haruanya Gue pake kertas apa aja bisa asal ketebalanya pas sekitar 100gms, jadi gak usah mahal-mahal pake kertas buvalao yang buat cover makalah ternyata bisa, terus karetnya gak harus bagus yang penting tajam dan kenceng, ples tentu aja alasnya ternyata jangan pake Kramik atau Kaca Gan, pakenya kertas karton yang tebel biar tu kater gak cepet gundul, nah dengan desain yang gue colong dari internet dan tekat bulat akhinya terciptala karya pertama Gue di atas. dan Gue mulai ketagihan jadinya.
sekarang setelah melewati semua asam garam tersebut selama bertahun-tahun Gue punya hobi baru Gan yaitu ngebikin Peper Cuting, dan ini karya kedua Gue hasilkan dari kerja Ngeliker seharian Gan
Yang ini Karya gue yang paling mantep and Orizinil, buat kado salah satu teman gue di kampus Anggraeni namanya, di sempet nangis-nangis gak percaya dapat hadiah keren kaya gini dari Gue, secara ulang tahunya masih 2 hari lagi dan kodonya lebih awal Gue kasih.
17 June 2017
Puisi Pertamaku "Aku" karya Chairil Anwar
Gini Gan, akhirnya setelah sekian lama Gue kesampaian juga membawakan puisi nya si Chairil Anwar yang judulnya "AKU". Gue pertama kali tahu puisi ini waktu itu ada seminar & motivasi di SMP dalam rangka persiapan UN lah pas itu si pematerinya (gue lupa sapa namanya) membawakan puisi ini dengan berapi-api gak jauh beda kaya sama Video gue ini.
Lo mesti tonton Gan, kalau kurang kurang sudah Gue siapkan teks puisinya di bawah, siapa tahu ada yang kepikiran buat membawakan puisi ini kaya Gue, atau minimal kali aja ada anak sekolahan yang lagi cari Puisi ini jadi bisa ketulungan, and salam ngeliker Gan !
"Aku"
Karya Chiril Anwar
Kalau tiba waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga Kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku Tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku Tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang Pedih Perih
Dan aku akan makin tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret, 1943
Dan aku akan makin tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret, 1943
Dahan Kering Kanberganti
10 June 2017
Perubahan ?
sudah menjadi hakekat tiap orang itu pasti berubah, entah jadi lebih baik atau lebih gak karuan, dan jika lo ngerasa seseorang itu berubah sebenarnya bukan dia yang berubah, tapi lonya aja yang ngak ngikuti perubahanya.
waktu berlalu dan kita selalu bergerak menuju ke arah yang lebih baik meski akhirnya ternyata kita gak bergerak 1cm pun mendekati kebaikan dan tetap tinggal di tempat yang sama, sejauh apa pun mencoba kita tetap orang yang sama.
kadang Gue berfikir apa arti dari perubahan jika kita terus mengikutinya, kita tetaplah orang yang sama.
waktu berlalu dan kita selalu bergerak menuju ke arah yang lebih baik meski akhirnya ternyata kita gak bergerak 1cm pun mendekati kebaikan dan tetap tinggal di tempat yang sama, sejauh apa pun mencoba kita tetap orang yang sama.
kadang Gue berfikir apa arti dari perubahan jika kita terus mengikutinya, kita tetaplah orang yang sama.
09 June 2017
Sang Pengendara Cinta
Apakah salah terus berjalan maju? melewati setiap tempat yang mungkin kita pijak. apakah salah Aku mempercayai diri yang tidak dapat dipercaya? apa aku telah melewatkan segalanya atau justru belum melihat apa-apa selama ini, lalu apa yang ku cari?
terus berjalan mencari pompa bensin kiri jalan dan terus melewati setiap pompa bensin kanan jalan. apa aku bisa mencapai tempat itu sebelum bensinku habis atau ku putar balik saja membuang waktu sejenak bersama masa lalu untuk kembali melanjutkan hidup.
Ku tahu berapa lama ku kan berjalan dan berapa lama ku kan bertahan yang Ku tahu pasti jika ku berbalik sekarang mungkin kurang satu kilometer lagi ku sampai di tujuan, meski nyatanya ribuan kilometer ku lalui tanpa ada apapun di kiri jalan.
Ke mana ku kan berhenti saat hati tak lagi percaya dan mampu melihat tempat berpijak, apa ini tanda ku telah mati ? atau tanda ku telah dekat dengan yang ku cari? yang ku tahu pasti ku kan terus berlari meski tanpa jiwa lagi
terus berjalan mencari pompa bensin kiri jalan dan terus melewati setiap pompa bensin kanan jalan. apa aku bisa mencapai tempat itu sebelum bensinku habis atau ku putar balik saja membuang waktu sejenak bersama masa lalu untuk kembali melanjutkan hidup.
Ku tahu berapa lama ku kan berjalan dan berapa lama ku kan bertahan yang Ku tahu pasti jika ku berbalik sekarang mungkin kurang satu kilometer lagi ku sampai di tujuan, meski nyatanya ribuan kilometer ku lalui tanpa ada apapun di kiri jalan.
Ke mana ku kan berhenti saat hati tak lagi percaya dan mampu melihat tempat berpijak, apa ini tanda ku telah mati ? atau tanda ku telah dekat dengan yang ku cari? yang ku tahu pasti ku kan terus berlari meski tanpa jiwa lagi
08 June 2017
Sebuh Hal Baik
Bermula dari kesepian
kubuang semua temanku
kutinggalkan semua cerita
hidup sendiri dalam kedewasaan
menjadi tua dan kesepian adalah bagian dari kedewasaan
perkenalan adalah perpisahan yang tertunda
begitu sang penulis mengajarkan
bagiku semakin sering bertemu maka
semakin sedikit pertemuan yang tersisa
dan belajar untuk memulai
menjadi seperti apa yang di mimpikan
menjalani kehidupan tanah surga
berawal dari diri yang melihat ke sekitar
By.Neo @2017
kubuang semua temanku
kutinggalkan semua cerita
hidup sendiri dalam kedewasaan
menjadi tua dan kesepian adalah bagian dari kedewasaan
perkenalan adalah perpisahan yang tertunda
begitu sang penulis mengajarkan
bagiku semakin sering bertemu maka
semakin sedikit pertemuan yang tersisa
dan belajar untuk memulai
menjadi seperti apa yang di mimpikan
menjalani kehidupan tanah surga
berawal dari diri yang melihat ke sekitar
By.Neo @2017
02 May 2017
Ini Cara Gue Belajar
dulu gue berfikir kalo gue tipe orang pemalas yang gak pernah belajar atau mungkin malah gak tahu caranya belajar, tiap malem hidup cuma gue habisin buat nonton TV atau kegiatan menyia-nyiakan kehidupan lainya, apalagi kalo mau ada ujian, jiwa dan raga serasa kompak banget beraliansi untuk membuat tubuh gue tidur lebih cepat, dan ketika tangal mainya dan gue udah di hadapka soal tu ujian dan di jawab ala kadarnya , lo tahu apa yang bikin kaget seringkali nilai gue gak memuaskan, tapi masih terhitung keren untuk anak yang gak belajar pas malem sebelum ujian, ibarat kata ni temen gue yang udah mati-matian begadang ampe matanya kaya panda buat belajar, cuma dapat nilay 7 dan di banding ama gawe yang cuma tidur pules dan dapat nilai 6 menurut gue ini si keren gan, malak sering kali nilai gue rata-rata di kelas, lalu sebenernya apa yang terjadi? kok bisa? itu yang sering gue tanyakan pas jaman sekolah dulu dan terus berlanjut begitu apa adanya sampa gue lulus SMA.
masa-masa indah jaman sekolah adalah yang terbaik gan tapi kalo mengingat-ingat gimana cara gue lulus itu adalah sebuah cerita mukjizat bak membelah bulan jadi 2 yang kejadian nyata, seumur hidup gue gak pernah namanya nyari jawaban pas ujian apalagi tanya sana tanya sini, gue terbilang anak yang pakem pas ujian berjuang dengan kemanpuan yang pas-pasan untuk menaklukan Roma. sebagai pengikut aliran nyontek sejati gue udah paham dan terlatih dalam seni mencontek, kalo lo kira anak yang masuk ruang ujian sambil bawa hp itu di sebut nyontek lo salah, kalo lo kira anka yang tengak-tengok sana sini itu di sebut nyontek? lo keliru,dan kalau lo masih berfikir yang ngumpuetin buku LKS di bawah meja dan gak tetahuan itu disebut nyonter ? lo masih terlalu amatiran. apalagi kalo lo mikir yang punya kunci jawaban dari tu soal adalah pecontek handal? lo bener-bener idior. merka semua bagi gue gak lebih dari ampas yang menghancurkan masadepnya sendiri saat itu juga.
nyontek adalah perbuatan sakral, layaknya ritual sakral pada umumnya, nyontek juga perlu persiapan dan pemikiran matang, di tambah lagi yang bisa melakukanya bukan orang sembarangan, harus yang berpengalaman dan memiliki ilmunya, itulah syarat-syarat utuk jalani rual nyontek, kalo salah-salah bukanya ajian yang di dapat malah damratan dan laknat dari antero sekolah yang lo dapat,
seni dalam menyontek adalah saat dimana lo bisa mendapat jawaban dengan akurat dari serangkean tindakan yang melangar tata tertib ujian tanpa ketahuan. di sinilah letak seninya, lo pikir semua cara di atas tadi yang bawa buku ke bawah meja gak bakal ketahuan itu lo jelas salah besar, gurunya aja yang membiarkan, "serangkean tindakan " dari katanya aja udah jelas kalo itu suatu proses, mencontek adalah buah dari persiapan matang dari empunya sama halnya sulap yang tahu triknya cuma si punya ilmunya aja, bagi seorang pecontek mereka perlu mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum biswa melancarkan aksinya mulai dari surfe kelas pas jam terakhir sebelum ujian, lihat lokasi tempat duduk, mengetahu jadwal guru yang ngawasain, menghafal kebiasaan sang guru, menganalisa letak kesempatan, timing, dan memperkirakan soaal apa yang akan keluar serta menentukan metode terbaik yang aman dan efisien untuk di gunakan pada situasi dan kondisi yang telah di simulasikan tersebut. dari penjelasanya saja jelas ini bukanlah proses yang asal-asalan apalagi dapat dilakukan oleh seorang amatiran, sang pecontek perlu belajar lebih keras 2 kalilipat untuk dapat memperkirakan dengan pasti soal yang akan keluar, dan keluar masuk ruang guru untuk mendapat info pasti siapa yang akan mengawasinya pas ujian nanti, serta belajar beribu metode mencontek dan menerapkanya secara tepat sesuai dengan hasil analisa dari kondisi yang mungkin akan terjadi.
jadi gitu nyontekbukan hal yang mudah melainkan perlu persiapan matang.
masa-masa indah jaman sekolah adalah yang terbaik gan tapi kalo mengingat-ingat gimana cara gue lulus itu adalah sebuah cerita mukjizat bak membelah bulan jadi 2 yang kejadian nyata, seumur hidup gue gak pernah namanya nyari jawaban pas ujian apalagi tanya sana tanya sini, gue terbilang anak yang pakem pas ujian berjuang dengan kemanpuan yang pas-pasan untuk menaklukan Roma. sebagai pengikut aliran nyontek sejati gue udah paham dan terlatih dalam seni mencontek, kalo lo kira anak yang masuk ruang ujian sambil bawa hp itu di sebut nyontek lo salah, kalo lo kira anka yang tengak-tengok sana sini itu di sebut nyontek? lo keliru,dan kalau lo masih berfikir yang ngumpuetin buku LKS di bawah meja dan gak tetahuan itu disebut nyonter ? lo masih terlalu amatiran. apalagi kalo lo mikir yang punya kunci jawaban dari tu soal adalah pecontek handal? lo bener-bener idior. merka semua bagi gue gak lebih dari ampas yang menghancurkan masadepnya sendiri saat itu juga.
nyontek adalah perbuatan sakral, layaknya ritual sakral pada umumnya, nyontek juga perlu persiapan dan pemikiran matang, di tambah lagi yang bisa melakukanya bukan orang sembarangan, harus yang berpengalaman dan memiliki ilmunya, itulah syarat-syarat utuk jalani rual nyontek, kalo salah-salah bukanya ajian yang di dapat malah damratan dan laknat dari antero sekolah yang lo dapat,
seni dalam menyontek adalah saat dimana lo bisa mendapat jawaban dengan akurat dari serangkean tindakan yang melangar tata tertib ujian tanpa ketahuan. di sinilah letak seninya, lo pikir semua cara di atas tadi yang bawa buku ke bawah meja gak bakal ketahuan itu lo jelas salah besar, gurunya aja yang membiarkan, "serangkean tindakan " dari katanya aja udah jelas kalo itu suatu proses, mencontek adalah buah dari persiapan matang dari empunya sama halnya sulap yang tahu triknya cuma si punya ilmunya aja, bagi seorang pecontek mereka perlu mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum biswa melancarkan aksinya mulai dari surfe kelas pas jam terakhir sebelum ujian, lihat lokasi tempat duduk, mengetahu jadwal guru yang ngawasain, menghafal kebiasaan sang guru, menganalisa letak kesempatan, timing, dan memperkirakan soaal apa yang akan keluar serta menentukan metode terbaik yang aman dan efisien untuk di gunakan pada situasi dan kondisi yang telah di simulasikan tersebut. dari penjelasanya saja jelas ini bukanlah proses yang asal-asalan apalagi dapat dilakukan oleh seorang amatiran, sang pecontek perlu belajar lebih keras 2 kalilipat untuk dapat memperkirakan dengan pasti soal yang akan keluar, dan keluar masuk ruang guru untuk mendapat info pasti siapa yang akan mengawasinya pas ujian nanti, serta belajar beribu metode mencontek dan menerapkanya secara tepat sesuai dengan hasil analisa dari kondisi yang mungkin akan terjadi.
jadi gitu nyontekbukan hal yang mudah melainkan perlu persiapan matang.
19 March 2017
Bablas
sebuah mimpi membuat ku tak sadar telah melalui begitu lama waktu, ku pikir hanya beberapa minggu tenyata sudah lebih 6 bulan, lalu apa yang ku dapat. hanya mimpi... sekarang ku ter sadar di mana cerita hanyalah bualan jika kau tak pernah hidup di dalamnya, biar ku ceritakan sebuah kisah :
dimana semua bermula saat semuanya berawal. orang bilang sebelum mencapai 1000 kilometer kita harus melalui 999 kilo meter terlebih dahulu, dan jika kau terus berlari mungkin di kilometer ke 200 kau sudah mati, tapi kita berhenti untuk sejenak dan melanjutkan nya saat teringat kembali. mungkin ini juga mimpi tapi bulan februari telah berganti maret di tahun yang berbeda, lalu kapan bulan januari di tahun itu akan tiba, hanya bulan yang berlalu dalam tahun yang sama.
orang bilang jika kau ingin berhasil maka cintailah proses, cintailah ke tidak nyamanan dan menikahlah dengan rasa sakit. nyatanya bayi hanya berkata yang tidak ia mengerti dan tumbuh dewasa begitu saja.
tentang 1000 km. ia pernah berkata bahwa yang ter berat berada di satu kilometer terakhir di mana kita telah berada di ujung batasan dan diglayuti perasaan ingin menyerah. tapi hidup terus hidup dan mati belum berhenti di posisi kita. maka apa salahnya menjadi dewasa seperti bayi yang belajar berjalan
dimana semua bermula saat semuanya berawal. orang bilang sebelum mencapai 1000 kilometer kita harus melalui 999 kilo meter terlebih dahulu, dan jika kau terus berlari mungkin di kilometer ke 200 kau sudah mati, tapi kita berhenti untuk sejenak dan melanjutkan nya saat teringat kembali. mungkin ini juga mimpi tapi bulan februari telah berganti maret di tahun yang berbeda, lalu kapan bulan januari di tahun itu akan tiba, hanya bulan yang berlalu dalam tahun yang sama.
orang bilang jika kau ingin berhasil maka cintailah proses, cintailah ke tidak nyamanan dan menikahlah dengan rasa sakit. nyatanya bayi hanya berkata yang tidak ia mengerti dan tumbuh dewasa begitu saja.
tentang 1000 km. ia pernah berkata bahwa yang ter berat berada di satu kilometer terakhir di mana kita telah berada di ujung batasan dan diglayuti perasaan ingin menyerah. tapi hidup terus hidup dan mati belum berhenti di posisi kita. maka apa salahnya menjadi dewasa seperti bayi yang belajar berjalan
11 January 2017
setelah 2 tahun menanti
Subscribe to:
Comments (Atom)















