"sudah ada ketua kelasnya?, kamu ketua kelasnya?"
"iya pak, saya merasa sedikit terkutuk"
" hahaha.. kalo bendaharanya?"
"belum ada"
"ok saya saja yang pilih, bendahara bisanya cewek, ah kamu saja, iya kamu"
" siap pak?"
". . ."
"Bisa
di terima logic-nya?"
". . ."
parasnya yang oriental rambut pendek seleher mata sipit berkacamata membuatnya terlihat mencolok di sana, dia duduk menghadap ke jalan memudahkan siapa saja melihat semua keunikanya itu, dan waktu pun waktu berlalu
"kamu mau, kacang?"
"aku bawa ini!"
"apa ini...ini kan?"
"kue mangkuk"
Perpustakaan
WAKTUNYA
KURANG TEPAT
Hari
perploncoan makan siang
ini
adalah kali ke dua aku mengajaknya heng-out bersama Cuma berdua terserah kalia
mau bilang apa “ngedate”. Apa lagi istilah untuk hengout Cuma berdua cowok dan
dewek?Tapi belum ada pembicaraan yang lain sejak saat itu...
Setelah Satu Tahun
"ya terserah kamu, tapi kalo kalian dah deket mending gak usah nanti jadi cangung"
“
hah 98O ?
“sama seperti suhu ideal untuk
menyeduh kopi, tapi jika itu derajat celcius artinya tetap masih kurang
dua derajat untuk dinyatakan mendidih, dan kata dokter... itu terlalu panas
untuk diminum langsung, jadi sama sensasinya sama seperti sekarang masih kurang
untuk bisa meletup senang dan harus menunggu dingin untuk dapat merasakan nikmatnya..
aku menyukaimu
Surat
dari masa depan
“kamu punya
trauma ya?” Pertanyaan pertamaku menangapi semua keluh kesahnya
“hah...?” malu-malu
Dia terlonjak kaget,
“kok kamu tahu?
Iya.... tiga kali malah” suar lirihnya membenarkan analisaku
". . ."
"itu kamu ngasih kartu ucapan selamat ulang tahun ke dia itu tanda minta maaf?"
"oh bukan, itu memang project ku tahun lalu, gak cuma dia temen cewek satu kelas ku kasih semua, napa lo kepikiran gitu?"
"dia mungkin naksir sama kamu"
"dia maksudmu dia, sorry-sorry kupikir yang kita bahas dia?"
"matamu kita lagi bahas dia?"
"ok lanjut"
"engak dia kemarin minta No mu, ku pikir dia ngomong sesuatu sama kamu"
"engak dia gak ngomong apa-apa, waktu itu kutanya diam aja"
"dia mungkin naksir sama kamu"
Tugas bee
2 X 59''
"itu diluar hitungan"
"ya iya lah, masak dihitung"
"itung setengah juga gak papa"
"yadah setengah, lanjut!"
melamar mu ?
" suatu hari nanti kulama kamu nanti!"
. . .
"gimana kabara dia sekaraga?"
"mau ku video callin? sini aku telphonin"
"gak usah..."
"eh terhubung.."
"ya udah sini...!"
"diatu mungkin suka sama kamu"
"nova, nikah yuk..!"
"hah..? kamu serius"
"kapan aku pernah bercanda, sebutun sekali saja!"
". . . "
"kamu mau pulang kan ? tahu rumahnya kan?"
"mau ke sana?"
"iya."
"hah..."
". . ."
"ada apa ini ya, kok kalian ke rumah ku?"
". . ."
"jadi aku mau dengar langsung dari kamu"
"tentang apa?"
"itu tentang apa yang diomongin sama dua temenmu tadi"
"yang mana?"
. . .
"kemarin gimana..?"
"sini aku ceritain nabi-nabi!"
"kemarin gimana?"
"gak terjadi apa apa"
"dia itu mau cerita ke kamu, nanti tanya lagi aja"
Tukang parkir
Jalani aja
"ada yang mau aku obrolin"
"sama aku juga, nanti sore aja di kamus"
"kamu ke sini ya! aku di sana"
"jadi gimana, aku mau denger langsung dari kamu?"
"apa ya..?"
"aku ulangin dari awal, aku suka sama kamu, tapi bukan perasan suka yang membuat ku ingin menikahi mu, tapi siapa tahu masa depan?"
"aku gak tahu apa ini suka atau rasa bersalah atau apa?"
" kalau aku bilang aku pernah nikah dan punya anak kamu prcaya"
"percaya. tapi hah... apa iya?"
"are you ok?"
"I'am oke, kamu apa kabar?"
"Segitunya? kamu gak berharap aku balas 'aku baik,kamu?' iya kan?"
"setidaknya dengan begitu kamu juga tahu kabar ku"
"gimana depresi ringan mu?
"alhamdulilah"
"aku yang gak sehat sekarang, gara-gara kemarin sekarang aku berasa jahat"
"why, cerita!"
"sholat maghrib dulu. gak ada yang mau aku kerjakan malam ini, kutemenin smsan kaolo kamu mau?"
"dan kamu juga boleh ceta tentang masalah yang bikin kamu jadi enggak sehat sekarang, setelah sholat"
. . .
"hi."
"ga jadi cerita?"
. . .
gadis di kerumunan
Hari diluar Kalender
"masuk Yah..." selalu sama sambutan pertama yang kau dapat, triakan keras dan panjang dari dalam rumah yang suaranya begitu familiar dan kau rindukan,
kau selalu inigat betapa anguanya dia saat mengatakan penolakan" sebelumya aku maksaih baget" dalam kultur bahasa mabapun terimakasih adalah penolakan paling halus.
"Pantas Untuk Dicintai? satu lagi gadis jatuh hati padaku, omongan mu bener"
"aku gak tahu dengan ngomong gitu kamu seolah-olah memastikan perasaan mu bakal tetap sama, maksudku kamu mungkit bakal ketemu cewek lain, mungkin suka sama dia, dan kamu bilang gitu maksudku..."
"kamu tahu sawana? kata yang ku gunakan untuk menyebut orang yang mencintai seseorang lebih dari seorang itu mencintai orang lain"
No comments:
Post a Comment