24 June 2017

Pertama kali Ia Tahu Tentang Dia

"Terimakasih untuk teh dan makanannya, serta tentu saja obrolannya." itu kata terakhir  yang Ia ketikan saat terakhir ngirim pesan ke Dia, Dia??? ya, Dia salah satu teman lamanya yang baru Ia temui, salah satu alasan kenapa Ia mau dewasa dan masih hidup sampai sekarang  ini, Dia orang yang gak terlalu Ia kenal tapi selalu ada dalam hidupnya, seseorang yang bisa membuatnya melihat masa depan.

Ia ingat betul itu seperti baru tadi malam kejadiannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya Ia tahu apa yang Dia suka, dan apa yang Dia benci, untuk pertama kalinya Ia ndengerin kisahnya, dan untuk pertama kalinya Ia ngerasa mereka punya perbedaan besar tapi sama, untuk pertama kalinya Dia cerita soal hidupnya, untuk pertama kalinya Ia ingat perkataan Dia, dan untuk pertama kalinya..,untuk pertama kalinya..., dan untuk pertama kalinya...

Ia gak ingat seluruh kejadiannya, yang Ia ingat mereka itu gak sama, mempertanggungjawabkan mimpi yang berbeda, berjalan di bumi yang berjauhan, tapi mereka mempunyai tujuan yang sama, beriringan menuju arah yang sama dan masih di bawah mentari yang sama. setidaknya itu yang Ia pikirkan.

Mungkin terdengar gak penting, tapi Gue makasih Lo dah mau baca kelanjutan ceritanya Gan!
terkadang yang berbeda itu gak sama  tapi terkadang meski berbeda itu terlihat sama. karena kata mereka "meski dibawah langit yang berbeda, mereka masih di bawah mentari yang sama" salam ngeliker Gan.

Kita Terhubung

Dimana kau bisa melihat langit
langit bisa melihatmu
dimana kau melihat langit
disitu Dia melihat langit yang terlihat sama
meski dibawah langit yang berbeda
kita masih dibawah mentari yang sama.

dia berada di tempat yang tak pernah kau kunjungi
bersama dengan orang-orang yang tak pernah ku temui
dia adalah orang yang tak pernah ku kenal
tapi ku selalu melihat masa depan di matanya

bagaimana kita bertemu?
meski ku tahu kau selalu ada di sana
menunggu seseorang seperti ku
dan terus melangkah
melewati setiap tempat yang mungkin kau pijak
hanya waktu yang akan menjagkau mu
itu yang ku tahu

22 June 2017

Paper Cuting Pertama Gue

Salam Gue untuk mu Gan, kali ini gue mau cerita soal pengalaman Gue nyari hobi baru, yakni Peper Cutting. bagi lo yang gak tahu itu apaan simak cara gue berikut Gan.

Pertama kali Gue mendengar istilah "Peper Cutting" itu di salah satu cenel televisi Gan (2014), waktu itu ada sebuah acara yang mengulas soal "peper cutting " ternyata itu adalah salah satu seni memotong kertas, kalo lo pernah TK  and diajarin ngelipr kerta jadi empat dan lopotong pingirnya kayak orang-orangan sawah dan setelah itu lo bentangin laig tu kertas sehinga ngebentuk potongan yang mirip pak tani gandengan tangan nah itu gan yang disebut Peper Cutting, Gue kira itu gampang and menarik jadi gue pingin coba gak tahunya dari tanggal pertama gue tahu istilah itu butuh dua tahun buat gue mulai menyayat-nyayat kertas dan hasilnya pun sungguh luar biasa jelek jadi Gue males dan gak Gue terusin selam 1Tahun, ada banyak faktor gan satu menurut ulasan di tv meski terkesan sederhana tapi nyatanya alatnya gak dapat ditemukan dengan mudah di dunia nyata itu alasan utama gue kenapa butuh waktu 2 th buat mulai memotong kertas di tahun 2016, Gue gak tahu itu faktor Gue yang idiot atau emang gak ndolor (berfikir dewasa).

sebenarnya alat ama bahannya si sederhana, cuma kertas ama kater, tapi yang gue liat di Tipi si pembuatnya  pakai kertas khusus yang mahal, dengan spesifikasi gak ada duanya dan pake kater dengan bentuk unik kaya bolpen yang disebut pancuter(moga bener ngejanya). dan udah Gue acak-acak toko ATK langanan Gue dan tetep gak ada tu benda, jadi butuh sedikit waktu ame Gue akhirnya sadar kalo gue emang bodo.

Akhirnya Gue berfikir gimana kalau bahannya Gue sederhanakan, kertas gue ganti pake kertas HVS biasa yang biasa Lo pake buat foto copy Gan, dan katernya Gue ganti pake kater seadanya yang Gue temukan di laci meja rumah Gue, ples bonus alasnya Gue gunakan kramik lantai teras gue, dan alhasil bubar berantakan hasilnya gak karuan, kertasnya sobek gak berbentuk, kater Gue cepat tumpul and karmik rumah Gue jadi bergaris. dan sejak saat itu Gue kapok buat nyoba ni kegiatan lagi.

Setahun berlalu dan Gue lagi nyari hobi baru Gan tepatnya di tahun 2017, dan gue keinggetan soal Paper Cuting. nah saat itulah Gue coba nyari di eyang Google soal cara yang baik dan benar serta sistematis gimana carnya bikit peper cuting, setelah dapat pencerahan dari berbagai sumber ternyata dulu gue salah besar, haruanya Gue pake kertas apa aja bisa asal ketebalanya pas sekitar 100gms, jadi gak usah mahal-mahal pake kertas buvalao yang buat cover makalah ternyata bisa, terus karetnya gak harus bagus yang penting tajam dan kenceng, ples tentu aja alasnya ternyata jangan pake Kramik atau Kaca Gan, pakenya kertas karton yang tebel biar tu kater gak cepet gundul, nah dengan desain yang gue colong dari internet dan tekat bulat akhinya terciptala karya pertama Gue di atas. dan Gue mulai ketagihan jadinya.

sekarang setelah melewati semua asam garam tersebut selama bertahun-tahun Gue punya hobi baru Gan yaitu ngebikin Peper Cuting, dan ini karya kedua Gue hasilkan dari kerja Ngeliker seharian Gan

 Yang ini Karya gue yang paling mantep and Orizinil, buat kado salah satu teman gue di kampus Anggraeni namanya, di sempet nangis-nangis gak percaya dapat hadiah keren kaya gini dari Gue, secara ulang tahunya masih 2 hari lagi dan kodonya lebih awal Gue kasih.


Paten kan Gan, moga Lo tertarik buat mulai nyari hobi baru dan gak menyerah meski lo sering gagal, kali aja bisa jadi hal positif di hidup kita Gan. Sekian dan terimakasih dah mau baca leotehan Gua Gan, salam Ngeliker.

17 June 2017

Puisi Pertamaku "Aku" karya Chairil Anwar

Gini Gan, akhirnya setelah sekian lama Gue kesampaian juga membawakan puisi nya si Chairil Anwar yang judulnya "AKU". Gue pertama kali tahu puisi ini waktu itu ada seminar & motivasi di SMP dalam rangka persiapan UN lah pas itu si pematerinya (gue lupa sapa namanya) membawakan puisi ini dengan berapi-api gak jauh beda kaya sama Video gue ini.

Lo mesti tonton Gan, kalau kurang kurang sudah Gue siapkan teks puisinya di bawah, siapa tahu ada yang kepikiran buat membawakan puisi ini kaya Gue, atau minimal kali aja ada anak sekolahan yang lagi cari Puisi ini jadi bisa ketulungan, and salam ngeliker Gan !


"Aku"
Karya Chiril Anwar
Kalau tiba waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga Kau

Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku Tetap meradang menerjang


Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang Pedih Perih

Dan aku akan makin tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret, 1943

Dahan Kering Kanberganti

Seperti dahan yang mengering
begitu juga segala hal
kelak kan terkubur dalam kenangan,
dan pucuk baru akan tumbuh
menggantikan yang lama,

semua hal kan berlalu
seiring musim yang berganti,
selama semangat baru tetap ada
dalam jiwa yang sama.

10 June 2017

Perubahan ?

sudah menjadi hakekat tiap orang itu pasti berubah, entah jadi lebih baik atau lebih gak karuan, dan jika lo ngerasa seseorang itu berubah sebenarnya bukan dia yang berubah, tapi lonya aja yang ngak ngikuti perubahanya.

waktu berlalu dan kita selalu bergerak menuju ke arah yang lebih baik meski akhirnya ternyata kita gak bergerak 1cm pun mendekati kebaikan dan tetap tinggal di tempat yang sama, sejauh apa pun mencoba kita tetap orang  yang sama.

kadang Gue berfikir apa arti dari perubahan jika kita terus mengikutinya, kita tetaplah orang yang sama.

09 June 2017

Sang Pengendara Cinta

Apakah salah terus berjalan maju? melewati setiap tempat yang mungkin kita pijak. apakah salah Aku mempercayai diri yang tidak dapat dipercaya? apa aku telah melewatkan segalanya atau justru belum melihat apa-apa selama ini, lalu apa yang ku cari?

terus berjalan mencari pompa bensin kiri jalan dan terus melewati setiap pompa bensin kanan jalan. apa aku bisa mencapai tempat itu sebelum bensinku habis atau ku putar balik saja membuang waktu sejenak bersama masa lalu untuk kembali melanjutkan hidup.

 Ku tahu berapa lama ku kan berjalan dan berapa lama ku kan bertahan yang Ku tahu pasti jika ku berbalik sekarang mungkin kurang satu kilometer lagi ku sampai di tujuan, meski nyatanya ribuan kilometer ku lalui tanpa ada apapun di kiri jalan.

Ke mana ku kan berhenti saat hati tak lagi percaya dan mampu melihat tempat berpijak, apa ini tanda ku telah mati ? atau tanda ku telah dekat dengan yang ku cari? yang ku tahu pasti ku kan terus berlari meski tanpa jiwa lagi

08 June 2017

Sebuh Hal Baik

Bermula dari kesepian
kubuang semua temanku
kutinggalkan semua cerita
hidup sendiri dalam kedewasaan

menjadi tua dan kesepian adalah bagian dari kedewasaan
perkenalan adalah perpisahan yang tertunda
begitu sang penulis mengajarkan
bagiku semakin sering bertemu maka
semakin sedikit pertemuan yang tersisa

dan belajar  untuk memulai
menjadi seperti apa yang di mimpikan
menjalani kehidupan tanah surga
berawal dari diri yang melihat ke sekitar

By.Neo @2017


Baca Juga !