suatu pagi saat terbangun dan melihat ke jendela
udara pagi berselimut kabut tipis menyapa
jauh lebih pagi dari sang mentari
atau pun gema ayam jantan
mata terasa tertusuk
saat bisingnya suara hati mulai membangunkan
sejuk hanya dingin yang tak dirasa
mata mulai terbuka
ketika seutas suara lirih bersenandung merdu
beranjak pergi dengan satu kata mengiang di telinga
ah udara pagi...
harum lembut mu adalah sarapan setiap pagiku
gemericik tawa renyah mu laksana weker ku
bercampur kalutnya pikiran dan perasaan
memaksa berdiri tuk bangkit dari alam mimpi
menyisakan hati dengan dunia fana ini
05 /November
/2018 y.n.widyatno
No comments:
Post a Comment