05 April 2018

Mahasiswa Komputer, Tahukah kau? Cisco network academi.



Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer atau STMIK WIDYA PRATAMA adalah pertama dan satu-satunya sekolah tinggi komputer di kota Pekalongan, atau malah karesidenan Pekalongan, kampus ini berisikan pengajar-pengajar terbaik yang berkompeten.  setip mahasiswanya sendiri memiliki minat dan semangat yang kuat dalam usaha penguasaan ilmu komputer, sebagai bukti setiap lulusannya dibekali sertifikat keahlian dari lembaga terakreditasi.


Hasil gambar untuk ccna
Salah satu jurusan atau program study di kampus ini adalah Teknik Informatika, dimana setiap Mahasiswa TI diwajibkan mengikuti sebuah sertifikasi jaringan komputer yang bernama CCNA yang diselenggarakan oleh CISCO, sebagai bekal untuk menyongsing dunia kerja.
            Dalam prosesnya setiap mahasiswa akan didaftarkan shingga memiliki akses untuk berinteraksi dalam sebuah Elearning milik CISCO bernama CISCO NETWORK ACADEMY, memperoleh materi, belajar, dan melakukan ujian sertifikasi dari sana. Selama masa study setidaknya akan ada 4 kali ujian sertifikasi yang diadakan berkala dalam periode tertentu, tentunya semua mahasiswa merasa terbantu dengan adanya elearning tersebut, mereka bisa mempelajari materi yang sesuai, memperoleh soal-soal simulasi yang interaktif dan bertingkat, dapat menyelesaikan ujian sertifikasi CCNA tanpa harus keluar biaya yang terlampau mahal untuk mendatangi lokasi ujian karena semua dapat dilakukan di manapun di depan komputer.
            Namun seberapa besar peranan CISCO NETWOEK ACADEMY ? karena sebagian besar mahasiswa mengakses elearning ini hanya  ketika akan melaksanakan ujian saja, mempelajari materi secara mandiri di Elearnig rasanya terlalu sulit, kendala bahasa katanya? Memang benar semua yang ada dalam elearning ini menggunakan bahasa Inggris yang membutuhkan sedikit pemahaman ekstra untuk dapat mempelajarinya, dan itu kendala utama yang menjadikan elearning ini jarang diakses, alhasil sang dosenlah yang mengambil materi dari elearning dan mengajarkannya langsung kepada mahasiswa dengan cara konvensional
            Maka seberapa bagus dan seinteraktif apapun sebuah elearning dibuat jika tanpa niat belajar mandiri dari sang murid semua itu hanya akan jadi kemewahan teknologi semata, meski bermanfaat dan mudah tetaplah butuh dorongan dari sang guru/dosen untuk mendorong sang murid/mahasiswa untuk dapat memanfaatkan elearning yang sudah ada.

No comments:

Baca Juga !