Sekolah
Tinggi Manajemen Informatika Komputer atau STMIK WIDYA PRATAMA adalah pertama
dan satu-satunya sekolah tinggi komputer di kota Pekalongan, atau malah
karesidenan Pekalongan, kampus ini berisikan pengajar-pengajar terbaik yang
berkompeten. setip mahasiswanya sendiri
memiliki minat dan semangat yang kuat dalam usaha penguasaan ilmu komputer,
sebagai bukti setiap lulusannya dibekali sertifikat keahlian dari lembaga
terakreditasi.
Salah
satu jurusan atau program study di kampus ini adalah Teknik Informatika, dimana
setiap Mahasiswa TI diwajibkan mengikuti sebuah sertifikasi jaringan komputer
yang bernama CCNA yang diselenggarakan oleh CISCO, sebagai bekal untuk
menyongsing dunia kerja.
Dalam prosesnya setiap mahasiswa
akan didaftarkan shingga memiliki akses untuk berinteraksi dalam sebuah Elearning
milik CISCO bernama CISCO NETWORK ACADEMY, memperoleh materi, belajar, dan
melakukan ujian sertifikasi dari sana. Selama masa study setidaknya akan ada 4
kali ujian sertifikasi yang diadakan berkala dalam periode tertentu, tentunya
semua mahasiswa merasa terbantu dengan adanya elearning tersebut, mereka bisa
mempelajari materi yang sesuai, memperoleh soal-soal simulasi yang interaktif
dan bertingkat, dapat menyelesaikan ujian sertifikasi CCNA tanpa harus keluar
biaya yang terlampau mahal untuk mendatangi lokasi ujian karena semua dapat
dilakukan di manapun di depan komputer.
Namun seberapa besar peranan CISCO
NETWOEK ACADEMY ? karena sebagian besar mahasiswa mengakses elearning ini
hanya ketika akan melaksanakan ujian
saja, mempelajari materi secara mandiri di Elearnig rasanya terlalu sulit,
kendala bahasa katanya? Memang benar semua yang ada dalam elearning ini
menggunakan bahasa Inggris yang membutuhkan sedikit pemahaman ekstra untuk dapat
mempelajarinya, dan itu kendala utama yang menjadikan elearning ini jarang
diakses, alhasil sang dosenlah yang mengambil materi dari elearning dan
mengajarkannya langsung kepada mahasiswa dengan cara konvensional
Maka seberapa bagus dan seinteraktif
apapun sebuah elearning dibuat jika tanpa niat belajar mandiri dari sang murid
semua itu hanya akan jadi kemewahan teknologi semata, meski bermanfaat dan
mudah tetaplah butuh dorongan dari sang guru/dosen untuk mendorong sang murid/mahasiswa
untuk dapat memanfaatkan elearning yang sudah ada.
No comments:
Post a Comment