Proposal
Oleh : YAHYA NOER WIDYATNO
NIM : 16.240.0010
SEKOLAH TINGGI
MANAJEMEN INFORMATIKA KOMPUTER
WIDYA PRATAMA KOTA PEKALONGAN
Tahun 2018
A.
Judul
NISAN VIRTUAL BERBASIS
AUGMENTED REALITY STUDY KASUS PADA MAKAM PAHLAWAN KOTA PEKALONGAN
B.
Latar
Belakang
Komputer
adalah salah satu teknologi yang mengalami perkembangan yang sanggat pesat di
abat ini, baik dari segi perangkat atau hardwarenya maupun dari segi fasilitas
sistem di dalamnya (software), terbukti dengan semakin menjamurnya telephon
pintar/gadget yang dibekali segudang
kecangihan dan kemampuan yang sejatinya adalah sebuah komputer, salah satu yang
menonjol adalah perkembangan dibidang kamera handphone, sekarang tidak hanya
berfungsi untuk mengambil gambar saja melainkan kamera hanphone sekarang sudah
dapat dan lazim digunakan untuk membaca sebuah barcode atau pola tertentu untuk
mempercepat memperoleh informasi, seperti yang di terapkan dalam teknologi Augmented Reality.
Seiring
perkembangan teknologi manusia juga mengalami perkembangan yang pesat baik
dalam ilmu pengetahuan maupun jumlah penduduk, seiring jumlah penduduk yang
terus bertambah, hal ini menjadikan sebuah permasalahan mengenai tata kelola ruang,
salah satunya adalah masalah lahan pemakaman di perkotaan yang semakin terbatas
jumlahnya, tak hanya itu masalah makam fiktif dan makam-makam tak bernama
karena hilang batu nisannya menjadikan masalah lahan pemakaman tidak lagi
sesederhana dulu.
Salah
satu komplek pemakaman yang pasti ada di suatu kota adalah taman makam pahlawan,
seperti halnya di Pekalongan yang memiliki sebuah taman makam pahlawan di daerah
panjang, yang merupakan saksi sejarah tentang perjuangan rakyat indonesia
melawan penjajah di masa lalu, sebuah aset berharga yang patut untuk di jaga dan
diberdayakan, seperti halnya pesan Bung Karno “jas merah, Jangan
Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”, maka sejarah
penting untuk dijaga dan selalu dikenang.
Cara
terbaik untuk menjaga sejarah agar dapat diterima oleh generasi muda milenial
adalah dengan memasukkan teknologi ke dalamnya, dan teknologi augmented reality
dapat digunakan untuk menjaga sejarah agar tidak tergerus zaman, Augmented Reality dapat dimanfaatkan sebagai nisan
virtual yang selain sebagai pemberi informasi tambahan yang tidak bisa di muat
di batu nisan juga sebagai upaya menarik perhatian generasi muda untuk mau
mengenal sejarah.
C.
Rumusan
Masalah
Bagaimana
agar teknologi augmented reality dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi
tambahan yang menarik dari sebuah batu nisan makam pahlawan.
D.
Batasan
Hanya
sebatas memanfatan augmented reality untuk mempilkan informasi tambahan diri
sebuah batu nisan, yang berarti tidak sampai pada pengolahan hasil data
tersebut guna perhitungan populasi pemakaman, data pemindahan makam, dan
administrasi pemakaman lainya yang berkaitan data yang terdapat pada Augmented Reality.
E.
Tujuan
Manfaat
1. Tujuan
Terwujudnya Augmented Reality yang dapat meberikan informasi tambahan yang
menerik dari batu nisan makam pahlawan Kota pekalongan
2. Manfaat
a. Memberikan
informasi tambahan yang tidak dapat dimuat di batu nisan konvensiola seperti
foto, dan sejarah singkat.
b. Menarik
perhatian generasi muda melenial untuk mau mengenal sejarah lokal
c. mencegah
hilangnya sejarah karena nisan konvensional bisa saja rusak dimakan usia
F.
Landasan
Teori
1. Kajian
teori
a. Realitas tertambah atau kadang
dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah
teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke
dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan bendbenda maya
tersebut dalam waktu nyata kodok loncar (real time).
b. NyARToolkit merupakan software
library yang digunakanuntuk membangun augmented reality yang dispesifikasikan
khusus untuk smartphone android.NyARToolkit bersifat open source.Untuk
melakukanini, NyARToolkit menggunakan pelacakan, untuk menghitung posisi kamera
yang nyata dan mengorientasikan pola pada kertas markersecara real time
c. Batu nisan
adalah tonggak
pendek dan sebagainya yang ditanam di atas kubur sebagai penanda
d. Makam
pahlawan adalah pekuburan atau tempat memakamkan pejuang yang diangap berjasa
dalam perang.
1. Kajin
pustaka
Penelitian Lina Yunita Sari tentang penerapan augmented reality
untuk brosur Rumah Berbasis android, bahwa augmented rality dapat diterapkan
dalam promosi perumahan, dan hal ini dapan meningkatkan rasa ingin tahu calon
konsumen yang berimbas pada naiknya angka penjualan, dalam pembuantanya
menggunakan metode pengembangan sistem waterfall, kelamaha dalam sistem ini
adalah pada informasi yang ditampilkan dalam augmeted reality yang terbatas dan
belum adanya audio yang dapat lebih memperjelas, serta tampilam maker yang kurang menarik.
Penelitian
bagus anwar mengenai media pengenalan tentang bagian-bagian bunga berbasis
augmentik Reality untuk matapelajaran IPA. Dalam penelitian ini augmentik
reality dimanfaatkan sebagai alat batnu yang digunakan guru untuk mengenalkan
bagian-bagian bunga dengan lebih jelas, kelemahan sistem ini adalah pada jenis
bunga yang masih berdasarkan sempel saja, belum adanya unsur suara untuk
memperjelas dan memiliki maker yang kurang menarik.
Augmentik
reality dapat digunakan sebagai media / alat bantu untuk memberikan penjelasan
tanmbahan, itu artinya teknologi ini juga dapat digunakan untuk memberikan
penjelasan tambahan dari apa yang tertera pada batu nisan di makam pahlawan
pekalongan, dan akan lebih meanarik jika unsur yang terdapat dalam augmentik
reality tersebut tidak hanya unsur visaual melainkan unsur audio juga, serta
mempertimbangakan bentuk marker yang
enak dipandang.
G.
Metodologi
Penelitian
1.
Metode pengumpulan data
Langkah awal dalam pembuatan nisan
virtual berbasis augmentik realaiy yang study kasusnya pada makam pahlawan kota
pekalongan adalah mengumpulana data yang diperlukan, data tersebut dapat
diperoleh melaui:
a. Wawancar
Yakni dengan bertanya langusung kepada
nara sumber yang dirasa kompeten untuk memberikan jawaban yang diperlukan,
wawancara ini dilakukan dengan menanyakan serangkaian pertanyaan yang dapat mengenai
informasi yang secara akurat. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni wawancara
terstruktur dan tidak terstruktur.
1.) Wawancara
terstruktur
Dalam wawancara terstruktur mengetahui
dengan pasti informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini
biasanya sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. juga bisa
menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder,
kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.
2.) Wawancara
tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah
wawancara bebas, tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi
pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-poin penting dari
masalah yang ingin digali dari responden.
b.
Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks
karena melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data
observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan
untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi
cocok digunakan untuk penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku
manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan
pada responden yang kuantitasnya tidak terlalu besar. Metode pengumpulan data
observasi terbagi menjadi dua kategori, yakni:
1.) Participant
observation
Dalam
participant observation, peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan
sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
2.)
Non participant observation
Berlawanan dengan participant observation, non participant
observation merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung
dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
2.
Metode pengembangan
sistem
Metode waterfall merupakan
metode yang sering digunakan oleh penganalisa sistem pada umumnya. Inti dari
metode waterfall adalah pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara
berurutan atau secara linear. Jadi jika langkah ke-1 belum dikerjakan, maka
langkah 2 tidak dapat dikerjakan. Jika langkah ke-2 belum dikerjakan maka
langkah ke-3 juga tidak dapat dikerjakan, begitu seterusnya. Secara otomatis
langkah ke-3 akan bisa dilakukan jika langkah ke-1 dan ke-2 sudah dilakukan.
Secara garis besar metode waterfall
mempunyai langkah-langkah sebagai berikut : Analisa, Desain, Penulisan,
Pengujian dan Penerapan serta Pemeliharaan. (Kadir, 2003)
a. Tahapan Metode Waterfall
1.)
Analisa Kebutuhan.
Langkah
ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data dalam tahap
ini bisa melakukan sebuah penelitian, wawancara atau studi literatur. Sistem
analis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari user sehingga
akan tercipta sebuah sistem komputer yang bisa melakukan tugas-tugas yang
diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user
requirment atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan
keinginan user dalam pembuatan sistem. Dokumen ini lah yang akan menjadi
acuan sistem analis untuk menerjemahkan ke dalam bahasa pemrogram.
2.)
Desain Sistem
Tahapan
dimana dilakukan penuangan pikiran dan perancangan sistem terhadap solusi dari
permasalahan yang ada dengan menggunakan perangkat pemodelan sistem seperti
diagram alir data (data flow diagram), diagram hubungan entitas (entity
relationship diagram) serta struktur dan bahasan data.
3.)
Penulisan Kode
Program
Penulisan
kode program atau coding merupakan penerjemahan design dalam
bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Dilakukan oleh programmer yang
akan meterjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan ini lah
yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem. Dalam
artian penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah
pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang
telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan
terhadap sistem tersebut dan kemudian bisa diperbaiki.
4.)
Pengujian Program Tahapan akhir
dimana sistem yang baru diuji kemampuan dan keefektifannya sehingga didapatkan
kekurangan dan kelemahan sistem yang kemudian dilakukan pengkajian ulang dan
perbaikan terhadap aplikasi menjadi lebih baik dan sempurna.
5.)
Penerapan Program dan Pemeliharaan Perangkat lunak
yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan.
Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus
menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru) baru, atau
karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.
b. Keunggulan
dan Kelemahan Metode Waterfall
Metode pengembangan waterfall mempunyai keunggulan
dalam membangun dan mengembangkan suatu sistem, antara lain:
1.) Kualitas dari sistem yang dihasilkan
akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak
terfokus pada tahapan tertentu.
2.) Dokumen pengembangan sistem sangat
terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum
melangkah ke fase berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai
dokumen tertentu.
Dalam proses membangun dan
mengembangkan suatu sistem, metode waterfall mempunyai beberapa
kelemahan, antara lain:
1.) Diperlukan majemen yang baik, karena
proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya
suatu produk..
2.) Kesalahan kecil akan menjadi masalah
besar jika tidak diketahui sejak awal pengembangan.
3.) Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan
secara eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidakpastian pada
saat awal pengembangan.
H.
Jadwal
Kegiantan
Kegiatan
|
Maret
|
April
|
Mei
|
|||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
Pengumpulan
data
|
||||||||||||
Pembuatan
sistem
|
||||||||||||
Pengujian
sistem
|
||||||||||||
Pembuatan
laporan
|
||||||||||||
Daftar Pustaka
metode
pengumpula data dalam penelitian, http://ciputrauceo.net/blog/2016/2/18/
metode-pengumpulan-data-dalam-penelitian diakses pada 22 April 2018 16:20
G Wiro Sasmito, Jurnal Informatika:Jurnal Pengembangan
IT(JPIT), Vol.2, No.1,Januari2017 diakses pada 22 April 2018 16.25
Agus Darmawan, metode
pengembangansistem, https://agusdar. com/2013/04/13/metode-pengembangan-sistem-waterfall/
diakses pada 22 April 2018 16:35

No comments:
Post a Comment