20 July 2018

Contoh Proposal Sekripsi Jurusan Teknik Informatika


NISAN VIRTUAL BERBASIS AUGMENTED REALITY STUDY KASUS PADA MAKAM PAHLAWAN KOTA PEKALONGAN

Proposal

 



Oleh  : YAHYA NOER WIDYATNO
NIM  : 16.240.0010


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA KOMPUTER
WIDYA PRATAMA KOTA PEKALONGAN
Tahun 2018
A.    Judul
NISAN VIRTUAL BERBASIS AUGMENTED REALITY STUDY KASUS PADA MAKAM PAHLAWAN KOTA PEKALONGAN

B.     Latar Belakang
Komputer adalah salah satu teknologi yang mengalami perkembangan yang sanggat pesat di abat ini, baik dari segi perangkat atau hardwarenya maupun dari segi fasilitas sistem di dalamnya (software), terbukti dengan semakin menjamurnya telephon pintar/gadget yang dibekali segudang kecangihan dan kemampuan yang sejatinya adalah sebuah komputer, salah satu yang menonjol adalah perkembangan dibidang kamera handphone, sekarang tidak hanya berfungsi untuk mengambil gambar saja melainkan kamera hanphone sekarang sudah dapat dan lazim digunakan untuk membaca sebuah barcode atau pola tertentu untuk mempercepat memperoleh informasi, seperti yang di terapkan dalam teknologi Augmented Reality.
Seiring perkembangan teknologi manusia juga mengalami perkembangan yang pesat baik dalam ilmu pengetahuan maupun jumlah penduduk, seiring jumlah penduduk yang terus bertambah, hal ini menjadikan sebuah permasalahan mengenai tata kelola ruang, salah satunya adalah masalah lahan pemakaman di perkotaan yang semakin terbatas jumlahnya, tak hanya itu masalah makam fiktif dan makam-makam tak bernama karena hilang batu nisannya menjadikan masalah lahan pemakaman tidak lagi sesederhana dulu.
Salah satu komplek pemakaman yang pasti ada di suatu kota adalah taman makam pahlawan, seperti halnya di Pekalongan yang memiliki sebuah taman makam pahlawan di daerah panjang, yang merupakan saksi sejarah tentang perjuangan rakyat indonesia melawan penjajah di masa lalu, sebuah aset berharga yang patut untuk di jaga dan diberdayakan, seperti halnya pesan Bung Karno “jas merah, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”, maka sejarah penting untuk dijaga dan selalu dikenang.
Cara terbaik untuk menjaga sejarah agar dapat diterima oleh generasi muda milenial adalah dengan memasukkan teknologi ke dalamnya, dan teknologi augmented reality dapat digunakan untuk menjaga sejarah agar tidak tergerus zaman, Augmented  Reality dapat dimanfaatkan sebagai nisan virtual yang selain sebagai pemberi informasi tambahan yang tidak bisa di muat di batu nisan juga sebagai upaya menarik perhatian generasi muda untuk mau mengenal sejarah.

C.    Rumusan Masalah
Bagaimana agar teknologi augmented reality dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi tambahan yang menarik dari sebuah batu nisan makam pahlawan.

D.    Batasan
Hanya sebatas memanfatan augmented reality untuk mempilkan informasi tambahan diri sebuah batu nisan, yang berarti tidak sampai pada pengolahan hasil data tersebut guna perhitungan populasi pemakaman, data pemindahan makam, dan administrasi pemakaman lainya yang berkaitan data yang terdapat pada Augmented Reality.

E.     Tujuan Manfaat
1.      Tujuan
Terwujudnya Augmented Reality yang dapat meberikan informasi tambahan yang menerik dari batu nisan makam pahlawan Kota pekalongan
2.      Manfaat
a.       Memberikan informasi tambahan yang tidak dapat dimuat di batu nisan konvensiola seperti foto, dan sejarah singkat.
b.      Menarik perhatian generasi muda melenial untuk mau mengenal sejarah lokal
c.       mencegah hilangnya sejarah karena nisan konvensional bisa saja rusak dimakan usia

F.     Landasan Teori
1.      Kajian teori
a.       Realitas tertambah atau kadang dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan bendbenda maya tersebut dalam waktu nyata kodok loncar (real time).
b.      NyARToolkit merupakan software library yang digunakanuntuk membangun augmented reality yang dispesifikasikan khusus untuk smartphone android.NyARToolkit bersifat open source.Untuk melakukanini, NyARToolkit menggunakan pelacakan, untuk menghitung posisi kamera yang nyata dan mengorientasikan pola pada kertas markersecara real time
c.       Batu nisan adalah tonggak pendek dan sebagainya yang ditanam di atas kubur sebagai penanda
d.      Makam pahlawan adalah pekuburan atau tempat memakamkan pejuang yang diangap berjasa dalam perang.

1.      Kajin pustaka
Penelitian Lina Yunita Sari tentang penerapan augmented reality untuk brosur Rumah Berbasis android, bahwa augmented rality dapat diterapkan dalam promosi perumahan, dan hal ini dapan meningkatkan rasa ingin tahu calon konsumen yang berimbas pada naiknya angka penjualan, dalam pembuantanya menggunakan metode pengembangan sistem waterfall, kelamaha dalam sistem ini adalah pada informasi yang ditampilkan dalam augmeted reality yang terbatas dan belum adanya audio yang dapat lebih memperjelas, serta tampilam maker yang kurang menarik.
Penelitian bagus anwar mengenai media pengenalan tentang bagian-bagian bunga berbasis augmentik Reality untuk matapelajaran IPA. Dalam penelitian ini augmentik reality dimanfaatkan sebagai alat batnu yang digunakan guru untuk mengenalkan bagian-bagian bunga dengan lebih jelas, kelemahan sistem ini adalah pada jenis bunga yang masih berdasarkan sempel saja, belum adanya unsur suara untuk memperjelas dan memiliki maker yang kurang menarik.
                        Augmentik reality dapat digunakan sebagai media / alat bantu untuk memberikan penjelasan tanmbahan, itu artinya teknologi ini juga dapat digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan dari apa yang tertera pada batu nisan di makam pahlawan pekalongan, dan akan lebih meanarik jika unsur yang terdapat dalam augmentik reality tersebut tidak hanya unsur visaual melainkan unsur audio juga, serta mempertimbangakan bentuk marker yang enak dipandang.

G.    Metodologi Penelitian
1.      Metode pengumpulan data
Langkah awal dalam pembuatan nisan virtual berbasis augmentik realaiy yang study kasusnya pada makam pahlawan kota pekalongan adalah mengumpulana data yang diperlukan, data tersebut dapat diperoleh melaui:
a.       Wawancar
Yakni dengan bertanya langusung kepada nara sumber yang dirasa kompeten untuk memberikan jawaban yang diperlukan, wawancara ini dilakukan dengan menanyakan serangkaian pertanyaan yang dapat mengenai informasi yang secara akurat. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
1.)    Wawancara terstruktur
Dalam wawancara terstruktur mengetahui dengan pasti informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini biasanya sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. juga bisa menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.
2.)      Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.
b.      Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi cocok digunakan untuk penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam. Metode ini juga tepat dilakukan pada responden yang kuantitasnya tidak terlalu besar. Metode pengumpulan data observasi terbagi menjadi dua kategori, yakni:
1.)    Participant observation
Dalam participant observation, peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
2.)    Non participant observation
Berlawanan dengan participant observation, non participant observation merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
2.      Metode pengembangan sistem
Metode waterfall merupakan metode yang sering digunakan oleh penganalisa sistem pada umumnya. Inti dari metode waterfall adalah pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear. Jadi jika langkah ke-1 belum dikerjakan, maka langkah 2 tidak dapat dikerjakan. Jika langkah ke-2 belum dikerjakan maka langkah ke-3 juga tidak dapat dikerjakan, begitu seterusnya. Secara otomatis langkah ke-3 akan bisa dilakukan jika langkah ke-1 dan ke-2 sudah dilakukan.   Description: Untitled 
Secara garis besar metode waterfall mempunyai langkah-langkah sebagai berikut : Analisa, Desain, Penulisan, Pengujian dan Penerapan serta Pemeliharaan. (Kadir, 2003)
a.        Tahapan Metode Waterfall
1.)     Analisa Kebutuhan.
Langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data dalam tahap ini bisa melakukan sebuah penelitian, wawancara atau studi literatur. Sistem analis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan tercipta sebuah sistem komputer yang bisa melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirment atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan sistem. Dokumen ini lah yang akan menjadi acuan sistem analis untuk menerjemahkan ke dalam bahasa pemrogram.
2.)     Desain Sistem      
Tahapan dimana dilakukan penuangan pikiran dan perancangan sistem terhadap solusi dari permasalahan yang ada dengan menggunakan perangkat pemodelan sistem seperti diagram alir data (data flow diagram), diagram hubungan entitas (entity relationship diagram) serta struktur dan bahasan data.
3.)     Penulisan Kode Program    
 Penulisan kode program atau coding merupakan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan ini lah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem. Dalam artian penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut dan kemudian bisa diperbaiki.
4.)     Pengujian Program       Tahapan akhir dimana sistem yang baru diuji kemampuan dan keefektifannya sehingga didapatkan kekurangan dan kelemahan sistem yang kemudian dilakukan pengkajian ulang dan perbaikan terhadap aplikasi menjadi lebih baik dan sempurna.
5.)    Penerapan Program dan Pemeliharaan      Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.  

b.       Keunggulan dan Kelemahan Metode Waterfall
Metode pengembangan waterfall mempunyai keunggulan dalam membangun dan mengembangkan suatu sistem, antara lain:
1.)    Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
2.)    Dokumen pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.
Dalam proses membangun dan mengembangkan suatu sistem, metode waterfall mempunyai beberapa kelemahan, antara lain:
1.)    Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk..
2.)    Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal pengembangan.
3.)    Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidakpastian pada saat awal pengembangan.

H.    Jadwal Kegiantan
Kegiatan
Maret
April
Mei
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
Pengumpulan data












Pembuatan sistem












Pengujian sistem












Pembuatan laporan












Daftar Pustaka

pengertia nisan, https://www.kbbi.web.id/nisan, diakses pada 22 April 2018 09:34
metode pengumpula data dalam penelitian, http://ciputrauceo.net/blog/2016/2/18/ metode-pengumpulan-data-dalam-penelitian diakses pada 22 April 2018 16:20
G Wiro Sasmito, Jurnal Informatika:Jurnal Pengembangan IT(JPIT), Vol.2, No.1,Januari2017 diakses pada 22 April 2018 16.25
Agus Darmawan, metode pengembangansistem, https://agusdar. com/2013/04/13/metode-pengembangan-sistem-waterfall/ diakses pada 22 April 2018 16:35

No comments:

Baca Juga !