24 July 2018

Aku tahu....

kisah ini berlatar di sebuah pertanian jauh di pelosok negeri, di mana hiduplah bertetangga antara seorang pria petani anggur dan seorang wanita petani apel, mereka bertetangga sejak masih kanak-kanak dulu, sejak orang tua mereka yang mengurus pertanian, itu sekitar 40 atau 50 tahun lalu.

suatu ketika entah bagaimana sang wanita memiliki anak gadis dari seorang pria yang kini mencampakannya, karena fakta bersekolah sang wanita menitipkan satu-satunya anak gadisnya itu kepada sang bibik di kota.

sementara sejak saat itu sang petani anggur yang memiliki persediaan wine  yang melimpah terus mabuk, dan terus mengajak sang wanita petani apel untuk menikah saja padanya. setiap pagi hari, setiap pagi sang pria melakukan tingkah aneh untuk memikat tetangganya itu, meneriakkan "I love You" tiap pagi mengalahkan suara ayam jantan berkokok, berpura-pura baik untuk membantu pekerjaan sang wanita di pertanian, meski tak jarang dia malah merusak hasil pekerjaan sang wanita, mengundang nya ke pesta barbekyu tiap malam dengan harapan sang wanita mau mampir ke rumahnya, hingga melakukan hal ekstrim seperti menungangi kuda denan posisi menghadap belakan atau membuat tantangan aneh untuk dirinya sendiri di mana jika Ia bisa mekalukannya sang wanita harus mau untuk menikah dengannya, menghabiskan semangka dengan sedotan, menghitung jumlah biji gandum di gudang, menyelesaikan panen sebelum tengah hari. semuanya sama sekali mustahil untuk dilakukan oleh orang normal, apalagi sang pria melakukannya dalam keadaan mabuk. begitulah gambaran keseharian sang pria dan sang wanita.

bertahun berlalu, suatu pagi sang putri pulang menemui Ibunya bersama calon suaminya untuk meminta restu dari beliau, tapi sebelum mereka mengetuk rumah sang wanita, begitu mereka keluar dari mobil mereka telah disambut dengan hangat oleh pria petani anggur, diceritakannya berbagai cerita menarik yang membuat sepasang calon pengantin itu tertawa, sang pria hanya bercerita tak tentu arah tentang semua kekonyolan yang bisa ia dan sang wanita petani apel lalui di pertanian, dia terus bercerita tanpa melepaskan gelas wine nya dan meminumnya di sela-sela cerita, mukanya yang memerah semakin merah karena tawa yang memenuhi wajahnya.

tak percaya dengan apa yang dilihatnya  sang Ibu hanya melihat putrinya dari jendela di dalam rumah, mengetahui sang Ibu sedang mengintip, sang putri bergegas masuk ke dalam rumah yang tak pernah ia tinggali itu, sang putri menghampiri Ibunya dan menceritakan segalanya namun sang Ibu masih ragu sambil terus melihat ke luar jendela di mana  calon menantunya dan pria petani anggur bercegkrama bahagia, mereka nampak akrab seperti seorang ayah dan putranya sendiri, meski nyatanya sang pria petani anggur tak pernah menikah apalagi punya anak, dia hanyalah pria menyedihkan yang terus mengejar cinta pertamanya yang tak berbalas dan melarikannya pada gelas wine yang tak pernah Ia lepa.

lalu sang anak berkata yang memecah lamunan sang Ibu "Ibu benar, mungkin mungkin mereka berdua sama saja, suatu ketika akan menyakiti kita, tapi apa peduli Ku, Aku hanya ingin percaya dan mencoba, apa salahnya kan Bu...?" sambil menyilangkan tangganya di depan, matanya memancarkan sorot kepercayaan ke arah pria pilihannya. sang Ibu tertegun sejenak.

"keluarlah ! kita akan membuat barbekyu party di sini sekarang!" triak sang pria petani anggur memanggil gadis pujaannya dan sang putri. untuk pertama kalinya pesta barbekyu benar-benar terjadi, dan mereka semua saling membantu untuk mempersiapkan segalanya, sepanjang pesta banyak hal yang mereka bicarakan, hal yang tidak pernah terdengar sebelumnya begitu ringan terlontar bersama gelak tawa bahagia.

siang itu berlalu dengan cepat saat mentari mulai mengubah warna senja, sang putri telah pergi dengan mobil milik calon suaminya, dan sang Ibu mengantarkan sampai jalan di depan pertanian sambil terus didekap petani anggur. Tubuh sang Ibu layu, sebelum pergi sang putri berkata mungkin ia akan memulai hidup baru di kota dan berfikir untuk tidak akan pernah kembali, sang ibu yang menahan air matanya bersama sang petani anggur yang tak lepas dari gelas winenya terus melambaikan tangan hinga mobil itu hilang dari pandangan ditelan ujung jalan.

sebuah lambaian perpisahan pada calon pengantin itu menutup sisa hari, dan saat mobil itu benar-benar hilang dari pandangan sang wanita petani apel berkata " Aku mencintaimu?" sambil membalas dekapan dan menatap lekat ke mata petani anggur, sang pria petani anggur terkejut, meneguk sekali lagi sebelum Ia membuang gelas winenya, mepererat dekapanya sambil berkata "aku tahu" untuk pertama kalinya sang pria petani anggur tidak mabuk lagi " Aku tahu...Aku selalu tahu... Aku tahu itu sejak dulu..."

saling tersenyum, mendekap dengan erat dan begitulah cerita ini berakhir, akhir dari penantian serta kegilaan panjang, tentu saja awal dari cerita  yang baru.

Y. N. Widyatno
Salam Ngeliker

No comments:

Baca Juga !