11 August 2018

sang Burung Cinta

Dialah sang burung cinta, pejantan terhebat di sarangnya, mengepakan sayapnya lebih dulu dari saudaranya, berani menantang sang mentari berdiri di ujung dahan tertinggi, mempertanggug  jawabkan mimpinya pada senyman induknya "Aku akan terbang hari ini!" lantang berujar saat Ia belum tahu bahwa untuk terbang dia perlu merentangkan sayapnya.

saat pertama kali mengudara, berdiri di atas kakinya sendiri, pertama kali Ia meninggalkan sarangnya tak pernah ada niatan untuk kembali, mencari makan itu yang diajarkan sang Ibu, bertahan hidup itu yang dilatih sang Ayah, miliki kehidupan dan bersenang-senang itu yang selalu dikatakan saudaranya. Hidup terus, terus, dan terus berkelana, terus berjuang sampai Ia dewasa dan...? musim kawinpun tiba...

musim panas yang panjang tanpa makanan, musim gugur tanpa dahan pohon, musim dingin tanpa dekapan hangat sayap sang bunda, Ia terus bertahan, hingga tiba musim semi nan indah, langit yang cerah, mentari berkilauan, angin semilir lembut, dan burung-burung berkicau saling sahut-menyahut tentang rasa. apa itu? "aku tak mengerti" tahun itu bukan lah gilirannya untuk mengerti, saat dia melihat para pejantan bekerja keras, bernyanyi, saat melihat apa yang terjadi di musim sebelumnya, dan di akhir musim semi dia sadar.

saat musim panas tanpa makanan, telur-telur baru mulai menetas, saat musim gugur tanpa dahan bayi burung belajar terbang, saat musim dingin tanpa kehangatan, sarang adalah tempat idaman, dan semua itu terjadi karena jenis dari sang ibu, Burung Betina...

Ia mulai bertanya pada dunia, "apa yang harus dilakukan untuk memiliki kebahagiaan" sang Pohon menjawab "terbang;ah dan panjatlah dahan tertinggi, sang angin berkata "kumpulkanlah biji kenari di musim ini". sang bijak bilang "bangunlah sarang terbaik di dahan tertinggi pohon kenari"

Ia menghabiskan seluruh musim untuk mengupulkan ranting, seluruh musim untuk mengumulkan biji kenari, selurh musim untuk mencapai dahan tertinggi, tapi tanpa sadar Ia berlomba dengan para burung jantan lain untuk membangun sarang terbaik.

saat nyanyian burung  betina mulai merdu tertengar, Ia berdiri di puncak dahan tertinggi dan berkicau gagah, sang pujaan hati pun datang menghampiri, masuk ke dalam sarang terbaik, mencicipi butiran biji ribuan kenari, dan terbang pergi...pergi begitu saja untuk hinggap ke sarang di dahan yang lebih tinggi.

"Aku tak butuh ini" sang jantan terbang pergi, kembali berkelana di ujung tahun musim semi, tak butuh sarang di pucuk pohon kenari, tak butuh nyanyian merdu ini, dan hanya pergi, dan kembali mencari ranting di musim panas.

dan... sepasang burung tanpa sarang meletakan telurnya di puncak dahan tertinggi pohon kenari yang di tinggalkan dan salah satu telur itu adalah pejantan tehebat di sarangnya, yang akan menantang dunia serta terus mencari hingga menjadi sepasang burung tak bersarang.


Y.N.Widyatno

No comments:

Baca Juga !